BEASISWA BAZMA PERTAMINA

KELUARGA SAYA CINTAI, NEGARA SAYA NAUNGI

Apa persamaan keluarga dan negara? Keduanya merupakan rumah bagi saya, dimana saya dapat beristirahat serta berkarya. Namun, rumah tidaklah nyaman jika tidak dijaga. Maka dari itu, saya berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tanggung jawab saya terhadap rumah yang selama ini menjaga saya. 
Sebelum berbicara lebih jauh, perkenankan diri saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Dewi Sukmawati, lahir di Jakarta pada tanggal 27 Mei 1998. Saya tumbuh dewasa dari untaian kasih sayang kedua orangtua saya. Orang tua yang telah berjuang menyekolahkan saya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Saya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Saya tinggal bersama ibu dan adik saya. Kedua orang tua saya telah berpisah sejak saya masih kecil. Sehingga ibu sebagai kepala rumah tangga dalam keluarga. Kecintaan saya pada keluarga membuat saya tak patah semangat dalam menjalani kuliah dan meraih apa yang saya cita-citakan. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Jakarta. Tidaklah mudah untuk memutuskan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni kuliah. Semua saran dan motivasi telah diberikan dari orang-orang terdekat saya. Alhasil, saya berani untuk melanjutkan kuliah, karena Insyaa Allah saya yakin bahwa Tuhan selalu bersama saya. Saat ini, saya bergabung dalam organisasi yakni Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Jakarta. Banyak pengetahuan dan pengalaman yang telah saya dapatkan dalam menjalani organisasi ini. Manajemen waktu adalah hal yang sangat penting bagi saya karena saya harus membagi waktu saya untuk kuliah, organisasi serta mencari sedikit penghasilan yakni dengan berdagang. Saya membawa barang dagangan dari rumah yang telah ibu persiapkan. Walaupun hasil yang saya dapatkan tidak begitu besa, namun saya tetap bahagia karena saya dapat mengurangi sedikit beban ibu saya. Saya adalah seorang kakak bagi adik saya yang harus berusaha untuk menjadi penutan yang baik bagi dia.
Indonesia adalah negeri saya tercinta. Kecintaan saya terhadap Indonesia sangatlah besar. Saya telah melakukan kontribusi dalam hidup saya untuk negeri ini. Wajib belajar 12 tahun telah saya lakukan dengan semaksimal mungkin. Waktu tersebut tidaklah pendek dan sangat banyak pengetahuan yang telah saya dapatkan dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Program ini sangat membantu para pelajar di negeri ini untuk mengetahui lebih banyak tentang Ilmu Pengetahuan. Saat ini, saya sedang menempuh Pendidikan Bahasa Inggris. Guru adalah cita-cita tertinggi saya. Dimana saya dapat berinteraksi langsung dengan para penerus bangsa yang mencintai negeri ini. Insyaa Allah niat mulia yang ini saya berikan kepada negeri ini dapat tercapai di suatu saat nanti. Saat ini saya sedang membantu saudara-saudara di sekitar rumah saya untuk belajar Bahasa Inggris. Berkomuniasi dengan baik adalah hal terpenting dalam menyalurkan pengetahuan kepada orang lain. Apapun rintangan yang akan saya hadapi, negeri ini adalah rumah saya. Saya ingin menjadikan rumah saya ini menjadi rumah yang berkualitas. Saat inilah saya sedang mempersiapkan diri saya untuk menjadi pendidik yang dapat melahirkan penerus bangsa yang cerdas. Seperti kutipan dari Nelson Mandela adalah "Education is the most powerful weapon which can use change the world". Inilah saya untuk keluarga dan rumah saya tercinta. Pendidik yang berkualitas adalah tujuan saya untuk negeri Indonesia.

Komentar